family · random things

Bali, September 2014

Sebenernya, saya bukanlah tipikal orang yang seneng jalan-jalan alias travelling, hobi baru yang sekarang lagi hits di kalangan generasi Z. Kenapa? Pertama saya males bayangin cucian abis pergi-pergi , buanyak boo, meskipun ada mesin cuci, sebagai ibu ARTless semua itu tetaplah melelahkan *usapkeringet*. Kedua, karena saya kalo pergi-pergi bingung mau ngapain, mau makan-makan, ya bolehlah… Continue reading Bali, September 2014

family

Every family has their own value

Ayah saya adalah seorang tentara, nilai-nilai kehidupan yang berusaha ditanamkan pada saya semenjak kecil adalah kedisiplinan dan harga diri. Bangun pagi, semir sepatu, setrika baju sampe licin, membantu pekerjaan rumah sesuai tugas, punya ritme hidup (weekend-weekdays, pagi-siang kerja kalo malam baru istirahat) dan (kebanyakan gaya) punya harga diri. Hampir gak ada itu ceritanya kalo bangun… Continue reading Every family has their own value

random things

Renungan

Untuk dia yang telah menjadi perpanjangan tangan-Mu untukku. Terkadang aku malu, raga ini lebih muda, lebih kuat namun dalam memanggil nama-Mu, aku tak ada apa-apanya. Kusaksikan dengan kedua mata yang Kau beri ini sujud-sujud panjangnya, doa-doa khusyu’nya, seolah belum cukup menamparku. Jawaban atas panggilan adzan-Mu sering kali kutunda, bahkan tak jarang kujawab di akhir waktu. Tapi beliau, berusaha dalam… Continue reading Renungan

random things

Kebahagiaan yang terlewatkan

*lihat post terakhir tahun 2013* oouch… maafin ya blog, dianggurin lama, udahlah kamu saya tinggal tunangan, nikah, hamil, punya anak, ngurus anak. Ninggalin blog dari jaman masih gadis sampai jadi mak emak, dari jaman masih pengangguran sampai dapat kerja sampai jadi pengangguran lagi sampai akhirnya dapat kerja lagi, udah dong jangan nganggur lagi, kalo dapat… Continue reading Kebahagiaan yang terlewatkan