Uncategorized

Gracias 2018

Tahun 2018 ini super sekali ya. Banyak doa-doa terkabul, senyum sering terkembang, hati yang penuh rasa syukur, tabungan yang tidak lagi kurus kering, alhamdulillah. Ah pokoknya tahun ini tuh kayak spring season. Cerah dan hangat!

Abi pindah kerja

Abi patah hati 2x tahun ini, yang pertama adalah perkara pindah kerja. Iya, karena kantor ini adalah tempatnya bekerja pertama kali, meskipun sempat pindah, kembali lagi kesini dan akhirnya harus benar-benar merelakan. Pastinya ada koneksi yang terputus, tapi semoga diganti dengan koneksi baru yang lebih lebih baik lagi. Bismillah saja. Patah hati kedua karena nomornya hangus, waktu beliau di LN kemaren estrinya super ceroboh ga ngisiin pulsa ke simcard suaminya, alhasil hangus dan sempat galau. Kemudian daku menyemangati dengan bilang, itu kesempatanmu buat memutuskan lingkaran pertemanan yang kamu pilih bi. Akupun pernah mengalaminya dan kehilangan banyak nomor-nomor penting, tapi aku nyatanya hidup-hidup saja. Kalau mereka memang ditakdirkan mampir di hidupmu, pasti ada cara entah bagaimana. Kemudian beliau bisa move on dan sampai saat ini memakai nomor barunya.

Abi kerja hingga 6 bulan

Kalo dibayangin berat ya, tapi setelah dijalani bisa loh! Walaupun pas udah mendekati garis finish suka sering migrain (karena kurang kasih sayang kayaknya ya) tapi pas liat saldo ATM, migrain ini lumayan berkurang *lol* tak apalah selama masih ada parasetamol di dunia, aku kuat menjalani kehidupan LDM ini maz! *lol*

F jadi amazing three

Ternyata seenak ini… Waktu umurnya 2 tahun sempat merasa gak sesayang ini sama F. Kadang sampai mikir aku ibu macam apa sih, kok ga sayang-sayang amat. Tapi kesibukan mengalihkanku, dan tiba-tiba dia jadi kidz yang enak banget. Lucu sekali dan aku jatuh cinta tiap hari! Abisnya bisa diajak ngomong seperti manusia dewasa, enak banget ngajak ngobrol dia. Sudah mulai bisa berpikir keras, sudah bisa membereskan mainan sendiri dan ibunya bisa dandan lagi. Huhuhu akhirnya fase motherhood gembelisme itu terlewati juga. I can be myself again karena pas fahri bayi sampai weaning kehidupanku berpusat padanya. Kalau lihat instagramku kelihatan sekali tahun lalu berpusat pada fahri tahun ini sudah mulai jadi ‘tika’ lagi. Sedikit ada rasa sedih sih, karena tahun ini tahun tersibukku, jadi aku merasa kedewasaan fahri ini penyumbang terbesarnya karena sering ditinggalin ke luar kota sama ibunya ntah urusan kerjaan ntah urusan kuliah *cry* maafin ya le. Tujuanku semoga tidak menjadi boomerang dosa karena aku ingin dia jadi laki-laki yang menghargai kesetaraan peran ayah ibunya.

Kuliah selesai

Setelah jadi mahasiswa tua yang sebenernya ga pantas amat dibanggakan. Tapi bisa lulus dengan IP tertinggi sekelas setelah jadi ibu-ibu tuh pencapaian. Bahahahaha. Masih jaman banget ambisius soal nilai. Ternyata yang dibeli bukan ijazahnya, tapi pengalamannya, teman-temannya, ilmu-ilmunya (beeuh ilmu dikasih trakhir *lol* ). Saat-saat praktek yang tak pernah terlupakan karena kuat motoran PP rumah-Ponorogo. Merasakan kembali shift RS yang bermanfaat sekali untuk episode hidupku kedepannya.

Mengikuti 2 pelatihan yang menarik sekali

Pelatihan masih seputar bidang pekerjaan dan belum menerima sertifikat, tapi tetap saja bahagia. Karena passion yang dulu pernah mati suri rasanya kayak.direfresh lagi. Semoga tahun depan diberikan kesempatan untuk ikut satu pelatihan yang udah diidam-idamkan banget. Aamiin

Menyumbangkan prestasi untuk puskesmas

Meskipun program ini jelaslah ya, dikerjakan bersama, tapi turut andil jadi bagian dari program ini luar biasa pengalamannya. Untuk ini sudah pernah bikin blogpost sendiri bahkan. Efek ke diri sendiri pun alhamdulillah, lebih positif dan menghargai diri sendiri.

Melewati akreditasi Puskesmas

Setelah segala kesulitan, kepuyengan, ketidakkelaran pekerjaan ternyata sampai juga di fase ini. Fase yang jadi momok buat banyak orang. Tapi everything went well. Alhamdulillah. Kantor terbaik mau nangis akutu mengingat kantor ini, tempat mendewasakan diri, tempat menemukan arti lain dari partner kerja. Huhuhu. Aku sayang kaliaan.

Sering menghabiskan waktu dengan keluarga besar

Karena keluarga besar kami sebenernya ga besar-besar amat juga, karena orangnya sedikit. Setelah melewati fase-fase hidup hemat demi menabung, hidup hemat karena masa-masa pailit bukan karena kemauan, kemudian kami sadar, kebahagiaan bukan perkara uang dan tabungan yang gendut. Kami sendiri yang bisa mengendalikan rasa cukup. Jadi tahun ini kami lebih banyak membahagiakan orang-orang tersayang, mumpung masih diberi waktu, rejeki, kesempatan. Apalagi sejak bapak pensiun, aku jadi sadar sebiasa-biasanya tetaplah bapak dan ibu getting older *cry* harus lebih baik-baik sama keduanya. Lebih toleran dengan hobi bapak, dan lebih sensitif ke ibu berlaku juga untuk mertua, karena karakter keluarga kami kurang lebih sih sama. Semoga bisa maksimal lagi membahagiakan orang tua, menghadiahi senyuman dan keridhoan di hati kedua bapak ibu kami berdua.

Penutup tahun

Sebenernya ada satu best momen lagi tapi masih belum saatnya ditulis, bismillah doakan yang baik-baik saja dulu. Yang jelas dia ada di tanggal 31 Desember dan jadi penutup tahun super maniis. Thankyou Allah swt *love*

Tapi… ada satu tapi yang masuk dalam wishlist kita dan belum terwujud karena kebanyakan mikir, iya kita orangnya suka kebanyakan mikir, kurang nekad. Semoga doa baik yang belum terlaksana segera dijawab di tahun depan, diberikan kebarakahan dan siap #2019nambahmomongan

Resolusi 2019 biar di hati saja, trauma nulis resolusi ternyata gagal semua, termasuk punya bodi ala mirandakerr *brbnyemilbakso

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s